Telur Busuk Akibat Tidak Terdistribusi, Edi Minta Bansos Pemprov Jabar diberikan Tunai

Telur Busuk Akibat Tidak Terdistribusi, Edi Minta Bansos Pemprov Jabar diberikan Tunai

Edi Rusyandi: Skema Bantuan Provinsi Rugikan Warung-Warung Kecil
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Edi Rusyandi. (foto: istimewa)

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Edi Rusyandi menyayangkan adanya keterlambatan pendistribusian sembako bantuan Gubernur (Bangub) yang terjadi di Kabupaten Garut.

Akibat bantuan sembako yang lama tidak didistribusikan itu, setidaknya empat ton telur membusuk dan harus diganti dengan yang baru. Sementara proses pendistribusian belum bisa dipastikan waktunya sebagaimana dilansir dari gosipgarut.id.

"Jika memang benar ini terjadi, sungguh memprihatinkan. Barang tersebut menjadi mubazir, tidak bermanfaat bagi masyarakat. Apalagi dana yang digunakan itu kan uang rakyat, bukan uang gubernur," kata Edi, Sabtu (09/05/20).

Edi menilai pemerintah Provinsi Jawa Barat ceroboh dalam melakukan pembelanjaan. Pedahal menurutnya, di lapangan data penerima Bansos dampak Covid-19 masih carut marut.

Akibatnya, hal ini menimbulkan gejolak di masyarakat serta membuat bingung pelaksana di lapangan, kantor pos dan pemerintah desa dalam distribusi bantuan. Hal ini memicu penumpukan bansos di beberapa tempat. 

"Ini juga menjadi bukti perencanaan yang buruk yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi. Barang itu rusak bukan karena bencana kan, tapi karena memang perencanaan dan resiko-resiko yang tidak diperhitungan secara matang," ucap Edi.

Lebih lanjut Edi meminta Pemprov Jawa Barat  untuk mengubah skema bansos dampak Covid-19 yang diberikan Pemprov Jawa Barat. Ia mengusulkan bantuan yang saat ini berupa paket sembako senilai 500 ribu selanjutnya disalurkan dalam bentuk uang tunai. 

"Saya sendiri sebagai wakil rakyat sudah mengingatkan Gubernur agar skema bansos senilai 500 ribu itu dilaksanakan seluruhnya secara tunai. Itu jauh lebih simpel, uang disimpan di bank tidak akan busuk. Mudah dan murah untuk distribusinya," kata Edi.

Menurutnya, bantuan berupa uang tunai dapat membantu pergerakan ekonomi masyarakat bawah. Sedangkan mekanisme yang dipakai Pemprov Jabar saat ini berpotensi merusak sistem ekonomi masyarakat bawah dan lebih menguntungkan pengusaha-pengusaha besar. 

Sebelumnya, diberitakan bahwa pendistribusian sembako bantuan Gubernur (Bangub) Jawa Barat bagi 47.983 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Garut, hingga Sabtu (09/05/20) masih tertunda.

Bantuan sembako berupa beras, mie instan, telur, vitamin, minyak sayur, gula, dan terigu, masih tertahan di gudang Bulog Garut. Akibatnya, sekitar empat ton telur diduga membusuk dan harus diganti dengan telur baru.

___
Reporter: Ang Rifkiyal

Bagikan: