Alhamdulillah Washolatu Wassalamu ala Rasulillah Arab dan Artinya

Ang Rifkiyal

alhamdulillah washolatu wassalamu ala rasulillah

Alhamdulillah Washolatu wassalamu ‘ala Rasulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi wa man waalah adalah pembukaan pidato dan mukadimah singkat yang banyak digunakan oleh umat islam ketika mengawali pembicaraan. Pembukaan pidato ini menggunakan bahasa arab yang ringkas sehingga mudah untuk dihafal. Selain itu artinya pun cukup jelas dan padat.

Selain digunakan dalam pidato, ceramah, atau kegiatan-kegiatan yang bersifat public speaking, pembukaan pidato alhamdulillah washolatu wassalamu ala Rasulillah juga biasa digunakan dalam mengawali karya tulis. Sebagian orang ketika membuat pendahuluan dalam sebuah tulisan terkadang menggunakan pembukaan ini di awal tulisannya.

Tulisan Arab Alhamdulillah Washolatu Wassalamu ala Rasulillah

Adapun tulisan arab alhamdulillah washolatu wa salamu ala Rasulillah lengkap dengan tulisan arab latin dan terjemahnya adalah sebagai berikut:

الـحَمْدُ لِلّٰهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهَ. اَمَّا بَعْد

Latin: Alhamdulillah, washolatu wassalamu ‘ala Rasulillah, wa ‘ala alihi wa shohbihi wa man waalah, Amma ba’du.

Artinya, “Segala puji bagi Allah. Semoga rahmat dan kesejahteraan telimpah kepada Rasulullah, dan kepada seluruh keluarga serta para sahabatnya”.

Mukadimah Pidato Alhamdulillah Washolatu Wassalamu ala Rasulillah

Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa alhamdulillah washolatu wassalamu ala Rasulillah merupakan kalimat bahasa arab yang digunakan dalam mukadimah atau pembukaan pidato. Kalimat ini cukup banyak digunakan oleh umat islam ketika mengawali pembicaraan, khususnya dalam forum-forum resmi baik itu dalam acara keagamaan atau pun acara-acara bersifat umum.

Umumnya kalimat ini cukup digemari untuk digunakan sebagai kalimat pembukaan pidato karena bahasanya yang singkat dan maknanya yang padat. Dimana isi di dalamnya sudah cukup memenuhi tradisi dan kebiasaan sebagai kalimat pembuka di kalangan umat islam, dan juga mengandung keutamaan dari sisi syariah.

Dari sisi kebiasaaan, umat islam ketika mengawali pembicaraan khususnya dalam pidato, ceramah, tausiyah, dan acara-acara resmi biasanya mengawali dengan mengucapkan salam “assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh“,

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Artinya, “Semoga Allah melimpahkan keselamatan, rahmat dan berkah-Nya kepadamu.”

Setelah mengucap salam, kebiasaan selanjutnya adalah mengungkapkan pujian kepada Allah SWT dengan berbagai variasi ucapan hamdallah, misalnya alhamdulillah, alhamdulillahirabbil ‘alamin, alhamdulillahilladzi, hamdan lillah, dan lain sebagainya,

الـحَمْدُ لِلّٰهِ…

Artinya, “Segala puji bagi Allah”.

اَلْحَمْدُ للّٰهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ…

Artinya, “Segala puji bagi Allah tuhan semesta alam”.

الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ…

Artinya, “Segala puji bagi Allah yang…”

حَمْدًا لِلّٰهِ…

Artinya, “Pujian bagi Allah…”

Ketika selesai mengungkapkan pujian kepada Allah, selanjutnya mengucap kalimat sholawat, yakni memohon limpahan rahmat dan kesejahteraan kepada Nabi dan para keluarga serta sahabatnya. Contohnya, allahumma sholli wassallim ‘ala muhammad atau assholatu wassalamu ‘ala rasulillah, dan lain sebagainya,

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ مُحَمَّدٍ…

Artinya, “Ya Allah, limpahkan rahmat dan kesejahteraan kepada Nabi Muhammad…”

الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ…

Artinya, “Rahmat dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepada Rasulullah..”

Setelah membaca sholawat kemudian diakhiri dengan kata “amma ba’du“, yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti “adapun setelahnya…”, yakni kata yang menjadi pemisah antara mukadimah dengan isi pidato.

اَمَّا بَعْد

Setelah amma ba’du ini, biasanya orang yang berbicara lanjut dengan menyapa para hadirin yang ada di depannya. Dimulai dengan menyapa orang yang dikhususkan atau dianggap paling penting, hingga orang-orang yang hadir secara umum.

Keutamaan Alhamdulillah Washolatu Wassalamu ala Rasulillah

Dalam pandangan syariah, pada dasarnya mengucap salam, hamdallah, dan shalawat merupakan kalimat-kalimat yang baik dan memiliki nilai pahala.

Imam an-Nawawi dalam al-Adzkar an-Nawawi menjelaskan bahwa mengawali pidato dengan membaca hamdalah adalah termasuk sunnah,

قال العلماء: فيستحب البداءة بالحمد لله لكل مصنف، ودارس، ومدرس، وخطيب، وخاطب، وبين يدي سائر الأمور المهمة

Artinya, “Disunnahkan memulai dengan ‘alhamdulillah’ bagi setiap pengarang kitab, orang yang belajar, orang yang mengajar, orang yang diceramahi dan orang yang berceramah, serta dalam perkara-perkara penting yang lain.”

Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيهِ بِالْحَمْدِ أَقْطَعُ

Artinya, “Setiap urusan baik yang tidak dimulai dengan Hamdalah (pujian kepada Allah) maka ia terputus (kurang keberkahannya)” (HR. Ibnu Majah no. 1894).

Selain bacaan hamdalah, bacaan sholawat pun sudah tentu bernilai pahala. Dimana setiap muslim dianjurkan untuk memperbanyak bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dan perintah sholawat sendiri terdapat dalam al-Qur’an surat al-Ahzab ayat 56,

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Artinya, “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ

Artinya, “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali maka Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. An-Nasai)

Jadi mukadimah pidato dengan mengucap alhamdulillah washolatu wassalamu ala Rasulillah merupakan perkara yang baik, tradisi yang baik, dan sesuai dengan tuntunan syariah.

Baca juga:

Akhir kata, itulah postingan Alhamdulillah Washolatu Wassalamu ala Rasulillah Arab dan Artinya yang kami sajikan untuk sahabat muslim semua. Semoga bermanfaat.

Ang Rifkiyal, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Faroh Sindangkerta, Ketua MDS Rijalul Ansor Bandung Barat (2023-2027).

Bagikan ke: