Napak Tilas, Kemenag dan PCNU Bandung Barat Berziarah ke Makam Para Ulama

Kamis (03/11), Kementrian Agama dan PCNU Kabupaten Bandung Barat menggelar kegiatan napak tilas dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2022. Napak tilas dilakukan dengan menziarahi sejumlah makam para ulama yang ada di Bandung Barat.

Ketua Pelaksana Hari Santri 2022 Kabupaten Bandung Barat, Dede Syarif Hidayatulloh mengatakan kegiatan napak tilas merupakan rangkaian acara peringatan Hari Santri yang puncaknya akan digelar pada 5 Oktober 2022 mendatang.

“Napak tilas merupakan rangkaian acara peringatan Hari Santri. Adapun pesertanya seluruh pengurus PCNU KBB, Banom, Lembaga serta Kementerian Agama dengan melibatkan MWC NU setempat yang menjadi tujuan ziarah,” kata Deden yang juga merupakan Kepala Seksi Pakis Kemenag Kabupaten Bandung Barat.

Sementara panitia Hari Santri 2022 Bandung Barat Bidang Award, Tahqiq Fathoni menjelaskan napak tilas yang dilaksanakan sebagai bentuk pengakuan dan penghargaan kepada para ulama yang telah berkontribusi untuk umat semasa hidupnya.

“Ziarah dan napak tilas masyayikh NU di Bandung Barat ini menjadi momentum untuk memberikan penghargaan atas pengabdian dan dedikasi mereka di Bandung Barat semasa masih hidupnya, penghargaan tersebut akan diberikan kepada keluarga atau yang mewakilinya” ujarnya.

Kemenag dan PCNU Bandung Barat saat ziarah
Kemenag dan PCNU Bandung Barat saat ziarah di Sumurkembang, Cipongkor, Kamis (3/11).

Adapun makam para ulama yang diziarahi adalah para masyayikh NU. Diantaranya adalah KH. Yayat Ruhiyat Sirodj (Al-Bidayah Cangkorah Batujajar), KH. Asep Burhanudin (Darul Falah Cihampelas), KH. Zainul Akhyar (Sumurkembang, Cipongkor), dan KH. Muhammad Ilyas (Sukamanah Cibitung, Rongga).

Puncak acara Hari Santri 2022 di Kabupaten Bandung Barat akan digelar pada 5 Nopember 2022 bertempat di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bandung Barat dan PCNU Kabupaten Bandung Barat. Rencananya, dalam acara puncak akan digelar kegiatan Jalan Sehat yang melibatkan ribuan santri dari ratusan pesantren di Bandung Barat.

(Ang Rifkiyal)

Bagikan: